BAB 9.. Ilmu Pengetahuan, Teknologi , & Kemiskinan.

Pengertian Ilmu Pengetahuan, teknologi, & nilai.
Ilmu (ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia , dan bisa dijabarkan juga. ilmu pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional, sistimatik, logik, dan konsisten. Hasilnya dari ilmu pengetahuan dapat dibuktikan dengan percobaan yang transparan dan objektif.
Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya. 
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
Pengertian Kemiskinan.
Kemiskinan Adalah keadaan dimana terjadi kekurangn hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan, pakaian, tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup. kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan perkerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang yang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. istilah "negara berkembang" biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang "miskin".
*Study Kasus*
Menurut data BPS hasil Susenas pada akhir tahun 1998, garis kemiskinan penduduk perkotaan ditetapkan sebesar Rp. 96.959 per kapita per bulan dan penduduk miskin perdesaan sebesar Rp. 72.780 per kapita per bulan. Dengan perhitungan uang tersebut dapat dibelanjakan untuk memenuhi konsumsi setara dengan 2.100 kalori per kapita per hari, ditambah dengan pemenuhan kebutuhan pokok minimum lainnya, seperti sandang, kesehatan, pendidikan, transportasi. Angka garis kemiskinan ini jauh sangat tinggi bila dibanding dengan angka tahun 1996 sebelum krisis ekonomi yang hanya sekitar Rp. 38.246 per kapita per bulan untuk penduduk perkotaan dan Rp. 27.413 bagi penduduk perdesaan.

*Opini*
Program-program kemiskinan sudah banyak dilaksanakan di berbagai negara. Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat program penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antar negara bagian, memperbaiki kondisi permukiman perkotaan dan perdesaan, perluasan kesempatan pendidikan dan kerja untuk para pemuda, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi orang dewasa, dan pemberian bantuan kepada kaum miskin usia lanjut. Selain program pemerintah, juga kalangan masyarakat ikut terlibat membantu kaum miskin melalui organisasi kemasyarakatan, gereja, dan lain sebagainya.

http://ajidedim.com/index.php/sains-teknologi/konsep-teknologi/137-pengertian-teknologi
http://uzey.blogspot.com/2009/09/pengertian-nilai.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan

BAB 8. Pertentangan-pertentangan sosial & Integerasi Masyarakat

Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian masyarakat karena mempunyai sifat-sifat khas dan yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyaratnya. Peranan manusia dewasa harus hidup dalam alam kultur dan harus dapat menempatkan dirinya di antara nilai-nilai (kultur) itu maka perlu mengenal dirinya sebagai pendukung maupun pelaksana nilai-nilai. untuk inilah maka ia harus mengarahka dirinya agar dapat menemukan diri. meneliti sika[p hidup yang lama dan mencoba-coba yang baru agar dapat menjadi pribadi yang dewasa. pada dasarnya ini masih dirinci ke dalam beberapa masa, yaitu;
1) Masa Pra Remaja
Penggunaan istilah pra remaja ini hanya untuk menunjukkan satu masa yang mengikuti masa pueral yang berlangsung secara singkat. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negatif sehingga disebut juga masa negatif.
Pada masa ini terdapat beberapa gejala yang dianggap sebagai geja;a negatif misalnyatidak tenang, kurang suka berkerja, kurang suka bergerak, lekas lelah, kebutuhan untuk tidur besar, hati sering murung, pesimistik dan non sosial. atau dapat dikatakan secara ringkasnya sifat negatif meliputi sikap negatif dalam prestasi, baik prestasi jasmani maupun prestasi mental. negatif dalam sika[p sosial baik dalam bentuk pasif maupun dalam bentuk agresif terhadap masyarakat.
Terjadinya gejala-gejala negatif itu pada umumnya berpangkal pasa biologis yaitu mulai berkarjanya kelenjar-kelenjar kelamin, yang dapat membawa perubahan-perubahan cepat dalam diri si remaja yang sering kali perubahan-perubahan yang cepat ini belum mereka fahami sehingga dapat menimbulkan rasa ragu-ragu, kurang pasti dan bersifat malu.
2) Masa Remaja
Sebagai gejala pada masa ini adalah merindu puja. dalam fase ini (masa negatif) untuk pertama kalinya remaja sadar akan kesepian yang tidak pernah dialaminya pada masa-masa sebelumnya.
Kesejukan didalam penderitaan yang nampaknya tidak ada orang yang dapt mengerti dan memahaminya dan menerangkannya. sebagai reaksi pertama-tama terhadap gangguan ketenangan dan keamanan batiknya ialah proses terhadap sekitarnya yang dirasakan tiba-tiba bersikap menelantarkan dan memusuhinya. Sebagai tingkah berikutnya ialah kebutuhan akan teman yang dapat memahami dan menolongnya serta yang dapat merasakan suka dan a.
Disinilah mulai timbul dalam diri remaja itu dorongan untuk mecari pedoman hidup yaitu mencari sesuatu yang dapat dipandang bernilai, pantas dijunjung tinggi, dan dipuja-puja. Pada masa remaja ini mereka mengalami kegoncangan batin, sebab pada masa ini mereka sudah tidak mau memakai pedoman hidup kekanak-kanakan, tetapi juga belum mempunyai pedoman hidup yang baru. Oleh karena ini maka si remaja itu merasa tidak tenang, banyak kontradiksi di dalam dirinya, mengeritik karena merasa diri mampu, tetapi mereka ini juga masih mencari pertolongan karena belum dapat mewujudkan keiginannya.
3) Masa Usia Mahasiswa
Masa umur mahasiswa dapat digolongkan pemuda-pemuda yang berusia sekitas 18 tahun sampai 30 tahun. Mereka dapat dikelompokkan pada masa remaja akhir sampai dewasa awal atau dewasa madya.

Pada masa usia mahasiwa banyak peristiwa-peristiwa yang perlu untuk diperhatikan, antaralain yaitu : Bila dilihat dari segi pertumbuhan, tugas perkeembangan ada usia mahasiswa ini adalah pemantapan pendirian hidup, yaitu pengujian lebih lanjut pendirian hidup serta penyimpangan diri dengan keteram[ilan dan kemapuan-kemampuan yang digunakan utnuk menganalisikan pendirian hidup yang telah dipilihnya. Mahasiswa ini termasuk kelompok khusus dalam suatu masyarakat maka mereka mulai mempersiapkan diri untuk menerima tugas-tugas pimpinan dimasa endatang. Oleh karena itu meraka mulai memelajari berbagai aspek kehidupan. Sebagai remaja pimpinan dipelajari dan dipersiapkan selama usia mahasiswa ini, misalnya kebudayaan berkeluarga, kemampuan memimpin, kemampuan mengambil keputusan, kemapuan menesuaikan diri secara sosial.
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1. memperoleh kasih sayang
2. memperoleh harga diri
3. memperoleh penghargaan yang sama
4. memperoleh prestasi dan posisi
5. dibutuhkan orang lain
6. memperoleh kedudukan didalam kelompoknya
7. memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
8. memperoleh kemerdekaan diri
Dalam hal diatas menunjukkan ketidakmampuan suatu ideologi mewujudkan idealisme yang akhirnya akan melahirkan suatu konflik. Hal mendasar yang dapat menimbulkan suatu konflik adalah jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksanaan.

*Studi kasus*
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.

*Opini*
Dari kedua belah pihak harus mempunyai pemikiran yang luas untuk menyelesaikan masalah tersebut,, memikirkannya matang-matang untuk mencari jalan keluar utnuk kedua belah pihak sehingga mendapat pemecahan masalah yang diinginkan.
http://dwikyreza.wordpress.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
E-Books Gunadarma [Digital]

BAB 7, Masyarakat Perkotaan & Masyarakat Pedesaan

Ciri-ciri Desa ;
a) Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan.
c) Cara berusaha (ekonomi) aalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan perkerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Masyarakat pedesaan ditandai dengan memiliki ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang amat kuat yang hakikatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di mana ia hidup dicintainya serta mempunyai perasan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakat atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebagai anggota masyarakat yang saling mencintai salaing menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.

Adapun ciri-ciri masyarakat pedesaan ;
a) Didalam masyarakat pedesaana diantara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya diluar batas-batas wilayahnya.
b) Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan (Gemeinschaft atau paguyuban).
c) Sebagai besar warga masyarakat pedesaan hidup dari petani. Pekerjaan-pekerjaan yang bukan pertanian merupakan perkerjaan sambilan (part time) yang biasanya sebagai pengisi waktu luang.
d) Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencarian, agama, adat-istiadat dan sebagainya.
Oleh karena anggota masyarakat mempunyai kepentingan pokok yang hampir sama, maka mereka selalu berkerja sama untuk mencapai kepentingan-kepentingan mereka. Seperti pada waktu mendirikan rumah, upacara pesta perkawinan, memperbaiki jalan desa, membuat saluran air dan sebagainya, dalam hal-hal tersebut mereka akan selalu berkerjasama.

*Study Kasus* (Kelompok 5)

Antara pendidikan formal dan pendidikan nonformal telah saling melengkapi. Out put pendidikan formal (sekolah) dari berbagai jenjang yang kurang memiliki keterampilan, sebagian dapat dilengkapi dengan keterampilan untuk dapat bekerja pada instansi negeri dan swasta, atau mengembangkan usaha mandiri (wirausaha). Selain itu mereka yang putus sekolah dan tidak sempat mengikuti pendidikan formal diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan nonformal (program pendidikan life skill) sehingga mampu meningkatkan taraf hidupnya.

 Bersamaan dengan kemajuan-kemajuan dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan nonformal, terdapat masalah-masalah atau kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi atau ditanggulangi dalam pembangunan selanjutnya. Salah satu masalah yang cukup menonjol adalah masalah pemerataan pendidikan. Dalam hal ini diakui bahwa masyarakat pedesaan terutama masyarakat terpencil dan terisolir masih belum terjangkau pendidikan termasuk pendidikan nonformal. Kelompok masyarakat ini perlu mendapat perhatian, sehingga kualitas dan taraf hidupnya dapat ditingkatkan. Tentu saja keberadaan mereka perlu diketahui sehingga dapat dirancang program-program pendidikan nonformal yang relevan dengan kebutuhan belajar mereka.

 PERMASALAHAN
  1. Sebagian masyarakat desa hidup di daerah terpencil/ terisolir. Hal ini merupakan persoalan untuk dijangkau dengan program pendidikan nonformal
  2. Kebutuhan belajar masyarakat desa beraneka ragam, namun belum diketahui secara jelas sehingga sulit untuk merancang program-program pendidikan nonformal yang relevan dengan kebutuhan belajar mereka
  3. Potensi alam masyarakat desa cukup banyak dan bervariasi, Namun terbatas kemampuan/ keterampilan warganya untuk memanfaatkan secara produktif. 
*Opini*
Sebaiknya dalam pendidikan pedesaan lebih di organisir lagi, untuk kebutuhuan belajar masyarakat pedesaan. banyak warga pedesaan yang mempunyai keterampilan yang beraneka ragam, setidaknya bila mana disuguhi dengan pendidikan, keterampilan itu akan membuahkan hasil yang sangat bagus.

Elearning.gunadarma
http://www.pnfi.kemdiknas.go.id/artikel/20090916093644/PROGRAM-PENDIDIKAN-NONFORMAL-UNTUK-MASYARAKAT-PEDESAAN.html

BAB 6.Pelapisan Sosial & Kesamaan Derajat

KELOMPOK 5

> Fungsi Elite dalam memegang strategi
Didalam masyarakat yang heterogen tentu banyak nilai yang dijadikan anutan karena setiap golongan atau suku bangsa tentu memiliki kebiasaan, kebudayaan maupun ada-istiadat sendiri-sendiri. disini para elite harus dapat meyesuaikan dirinya dalam menguasai masyarakat. dalam hal ni mereka harus memperhatikan beberapa funngsi dalam pengambilan kebijakan untuk memimpin masyarakatnya agar terjadi kerjasama yang baik dalam mencapai tujuan. apa yang harus diperhatikan yaitu antara lain : tujuan yang hendak dicapai, penyesuaian diri, inergrasi, memperhatikan serta memelihara norma yang berlaku dan memperhatikan kepemimpinan.
 Tujuan yang hendak dicapai haruslah terikat dan merupakan tujuan bersama kepandaian dalam menyesuaikan diri terutama diri terutama bagi elite baru yang dapat membantunya secara efektif dalam mengarahkan masyarakat untuk mencapai tujuannya. sehubungan dengan fungsi yang harus dijalankan oleh elite dalam memegang pimpinan ia harus dapat mengatur strategi yang tepat. dalam hal ini kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara garis besar sebagai berikutnya :
a) Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan  yang paling berkuasa biasanya disebut Elite segala elite).
b) Elite ekonomi, militer, diplomatik dan cendikiawan, (mereka yang bekuasa atau mempunyai pengaruh dalam bidang itu).
c) Elite agama, filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat.
d) Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis, seperti : artis, penulis, tokoh film, olahragawan dan tokoh hiburan dan sebagainya.
Elite dari segala elite dapatlah menjalankan fungsinya dengan mengajak para elite pemegang strategi di tiap bedangnya untuk berkerja sebaik-baiknya.
kecuali itu di manapun juga para elite pemegang strategi tersebut memiliki prinsip yang sama dalam menjaankan fungsi pokok maupin fungsinya yang lain, seperti memberikan contoh tingkah laku yang baik kepada masyarakatnya mengkordinir serta menciptakan yang harmons dalam berbagai kegiatan fungsi pertahanan dan keamaman ; meredakan koaflik sosial maupun fisik dan dapat melindungi masyarakatnya terhadap sebagai bahaya dari luar.
Adanya perbedaan-perbedaan dalam masyarakat bagaimanapun juga menjadi tanggung jawab mereka intuk dapat berkerja sama lain di dalam tiap lembaga kehidupan mayarakat. mungkin didalam suatu masyarakat biasanya tindakan-tindakan elite merupakan cntoh, dan sangat mungkin seorang elite diharapkan dapat melakukan segala fungsi yang multi dimensi walaupun kadang-kadang hal itu sulit dilaksanakan.
> Pengertian Massa
Massa (mass) atau crowd adalah suatu bentuk kumpulan (collection) individu-individu, dalam kumpulan tersebut tidak terdapat interaksi dan dalam kumpulan tersebut tidak terdapat adanya struktur dan pada umumnya massa berjumlah orang banyak dan berlangsung lama.
a.) Massa menurut Gustave Le Bon (yang dapat dipandang sebagai pelopor dari psikologi massa) bahwa massa itu merupakan suatu kumpulan orang banyak, berjumlah ratusan atau ribuan, yang berkumpul dan mengadakan hubungan untuk sementara waktu, karena minat dan kepentingan yang sementara pula. Misal orang yang melihat pertandingan sepak bola, orang melihat bioskol\p dan lain sebagainya (Lih, Gerungan 1900).
b.) Massa menurut Mennicke (1948) mempunyai pendapat dan pandangan yang lain shingga ia membedakan antara massa abstrak dan massa konkrit. Massa abstrak adalah sekumpulan orang-orang yang didorong oleh adanya pesamaan minat, persamaan perhatian, persamaan kepentingan, persamaan tujuan, tidak adanya struktur yang jelas, tidak terorganisir. Sedangkan yang dimaksud dengan massa konkrit adalah massa yang mempunyai ciri-ciri:
1) Adanya ikatan batin, ini dikarenakan adanya persamaan kehendak, persamaan tujuan, persamaan ide, dan sebagainya.
2) Adanya persamaan norma, ini dikarenakan mereka memiliki peraturan sendiri, kebiasaan sendiri dan sebagainya.
3) Mempunyai struktur yang jelas, di dalamnya telah ada pimpinan tertentu. Antara massa absrak dan massa konkrit kadang-kadang memiliki hubungan dalam arti bahwa massa abstrak dapat berkembang atau berubah menjadi konkrit, dan sebaliknya massa konkrit bisa berubah ke massa abstrak. Tetapi ada kalangan massa abstrak bubar tanpa adanya bekas. Apa yang dikemukakan oleh Gustave Le Bon dengan massa dapat disamakan dengan massa abstrak yang dikemukakan oleh Mennicke, massa seperti ini sifatnya temporer, dalam arti bahwa massa itu dalam waktu yang singkat akan bubar.
c.) Massa menurut Park dan Burgess (Lih. Lindzey, 1959) membedakan antara massa aktif dan massa pasif, massa aktif disebut mob, sedangkan massa pasif disebut audience. Dalam mob telah ada tindakan-tindakan nyata misalnya dimontrasi, perkelahian massal dan sebagianya. Sedangkan pada tindakan yang nyata, misal orang-orang yang berkumpul untuk menjadi mob, sebaliknya mob dapat berubah menjadi audience.
*Study Kasus*
Menjelang akhir masa kepemimpinannya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia Kapolri), Janderal Bambang Hendarso Danuri, Polri mengeluarkan prosedur tetap (Protap) penanganan aksi-aksi anarkis. Protap tersebut tertuang dalam No 1/10/2010 tanggal 8 Oktober 2010.
Menurut Kapolri, Protap sebelumnya saat eskalasi kerusuhan meningkat kita masih menggunakan peringatan untuk itu. Tapi dengan Protap yang baru ini, tindakan yang akan dilakukan oleh kepolisian akan berbeda. Setiap anggota polisi diberikan tanggung jawab untuk menilai kemampuan diri sendiri atau secara tim dalam meredam aksi sporadis.
Polisi menyatakan bahwa Protap ini telah dievaluasi oleh Komnas HAM, Kompolnas dan Kontras. Dengan Protap ini, maka petugas polisi dapat melakukan tindakan awal peringatan dan pelumpuhan dengan senjata api. Tindakan menggunakan senjata api itu bisa diputuskan sendiri, namun bila petugas polisi merasa tidak mampu, dia harus menghubungi pimpinan untuk mendapat dukungan dalam melakukan aksi pencegahan.
Tentunya bisa dirunut secara sederhana keluarnya Protap ini. Karena belakangan ini tindak kerusuhan massa semakin marak terjadi. Kelompok orang sudah tidak segan-segan lagi menggunakan senjata tajam dan beraksi di depan petugas berseragam. Misalnya dalam kasus bentrokan kelompok-kelompok di Pengadilan Jakarta Selatan dalam kasus Blowfish. Dalam peristiwa yang menewaskan tiga orang itu menjadi gembaran betapa longgarnya sistim pengamanan. Sehingga para preman itu sepertinya sangat leluasa melakukan tindak anarkis dan seperti tanpa hambatan.
Begitupun, keluarnya Protap ini telah menimbulkan kekhawatiran berbagai elemen masyarakat. Bayangan akan supremasi aparat keamanan seperti di masa Orde Baru menjadi sesuatu yang menakutkan. Dengan kewenangan seperti dalam Protap, dikhawatirkan, akan terjadi tindak pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) dalam penggunaan senjata api, seperti yang terjadi sebelumnya.
Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) mengeluarkan himbauan kepada Polri untuk menerapkan 5 tahapan penting sebelum menerapkan Protap ini. Kontras mengatakan, Protap No I/X/2010 telah mengakomodir prinsip dan aturan di sektor HAM. Namun, mereka khawatir timbul multitafsir terhadap Protap yang terbit pada 8 Oktober itu.
Di satu sisi Kontra memaklumi bahwa aturan Protap ini dapat menjadi basis yang mendukung keberanian Polri dalam menghadapi anarkisme kekerasan oleh preman. Namun, di sini lainnya, bukan tidak mungkin ini juga diberlakukan kepada kelompok pro demokrasi yang kerap menyuarakan hak asasi.
Dikhawatiran juga adanya anggota Polri yang belum mampu menerapkan ini secara baik. Hal ini mengingat kemampuan kerja pengamanan dan penegaka hukum yang masih tidak profesional serta masih diskriminatifnya birokrasi Polri terhadap masyarakat lemah. Selain itu masalah mekanisme koreksi (akuntabilitas) Polri juga menjadi persoalan lainnya.
Lima hal yang menjadi himbauan Kontras bagi Polri sebelum menerapkan Protap ini adalah; 1. Membangun pemahaman pada anggota kepolisian atas aturan-aturan lain yang terintegrasi dengan nilai HAM. Protap ini harus diintegrasikan dengan Protap lainnya seperti Protap penanganan unjuk rasa dan peraturan internal lainnya yang mengimplementasikan standar HAM.
2. Membuat aturan yang lebih jelas dan lebih rinci khususnya terkait dengan tahapan pelaksanaan tindakan Polri serta perangkat untuk mengawal dan mengawasi implementasi Protap. Ukuran terhadap batasan asas proporsionalitas, keabsahan, kebutuhan dan akuntabilitas harus dijalankan dengan ketat sesuai situasi terjadinya tindakan penggunaan kekuatan. Tindakan harus sekecil mungkin membatasi kerusakan atau kebebasan hak manusia.
3. Membuat pelatihan penggunaan kekuatan termasuk penggunaan senjata kepada anggota polri agar bisa menjalankan Protap sesuai asas dan tahapan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan salah tafsir dari aturan yang ada dan menimbulkan ekses negatif dari tindakan yang diambil.
4. Memperkuat sistim pengawasan dalam penggunaan kekuatan Polri. Harus ada sistem pertanggungjawaban internal mulai dari prosedur pelaporan bagi anggota polri yang melakukan tindakan ini hingga mekanisme penyelidikan secara internal setelah terjadinya insiden jika terjadi penyalahgunaan wewenang. Lebih jauh, Polri bahkan harus membuka diri terhadap pengawasan internal sebagai bentuk transparansi publik.
5. Transparansi dan kontrol terhadap penggunaan alat-alat kekuatan termasuk jenis senjata yang digunakan. Harus ada batasan yang ketat agar penggunaan kekuatan senjata diambil sebagai langkah akhir yang bertujuan untuk melumpuhkan serta meminimalkan risiko yang membahayakan dan bukan justru menjustifikasi extra judicial killing.
Tugas Kapolri baru
Kepastian nama Komjen Timur Pradopo, mantan Kapolda Metro Jaya itu sebagai calon Kapolri tertuang dalam Surat Presiden yang dilayangkan Senin malam tanggal 4 Oktober 2010 kepada Ketua DPR Marzuki Ali. Dalam suratnya, Presiden mengajukan Komjen Pol. Timur Pradopo yang baru dimutasi dari jabatan Kapolda Metro Jaya sebagai calon Kapolri. Dalam fit and proper test di DPR, langkah Timur juga mulus. Tidak ada fraksi yang menolak pencalonannya.
Jadi hampir pasti Kapolri adalah Komjen Timur Pradopo. Dalam paparannya, Timur juga menekankan peningkatan upaya pemberantasan premanisme. Tentu, penerapan Protap penanganan premanisme termasuk tentunya penanganan tindak anarkis massa akan menjadi tugas Timur sebagai Kapolri baru. Program Kapolri baru itu adalah salah satu dari sepuluh program lainnya seperti pengungkapan kasus-kasus bersar, pembenahan reserse perubahan mindset dan culture-set Polri dan lainnya.
Untuk kerja-kerja ini Polri meminta kenaikan anggaran di tahun 2011 dari Rp 28 triliun menjadi Rp 30 triliun atau kenaikan sebesar Rp2 triliun. Usulan anggaran yang diajukan ke DPR ini mendapat isyarat cuma akan dikabulkan kenaikan anggaran maksimal Rp 1,5 triliun.
Alasan usulan peningkatan anggaran itu karena menimbang kebutuhan Polri yang tidak sedikit. Setiap tahun jumlah polisi bertambah, sehingga Polri mengajukan penambahan anggaran.
Selain itu, tantangan pekerjaan Polri juga semakin bertambah besar dan kompleks dengan berbagai dinamika yang tinggi.
*Opini*
Salah satu hal yang menjadi titik strategis bagi eksistensi Polisi di tengah-tengah masyarakat  ialah agar terciptanya rasa aman bagi setiap warga negara Indonesia. Keberadaan polisi haruslah menjadi tempat mengadu untuk mendapatkan segala ketidakadilan yang dialami warga negara dan mendapat pelayanan perlindungan dari segala ancaman keamanan.
Cukup sederhana sebetulnya, tetapi selama ini sepertinya hal seperti itu masih jauh dalam benak masyarakat. Oleh karenanya semua pihak tentu mendukung penuh perubahan Polri menjadi bentuk pengayom yang benar-benar melindungi tanpa diskriminasi. Polisi mesti menjadi sosok yang lebih menyamankan ketimbang menyeramkan.
http://yulia-putri.blogspot.com/2010/10/pengertian-massa.html
www.google.com

Tugas PTSI C (5 soal)

Nama : Aditya Retno Pratama
Kelas : 1KA24
NPM : 10110210

1. Komponen sistem komputer gambarkan dan contohkan skema sistem komputer ?
2. Sebutkan apa yang dimaksud data, informasi, sistem informasi, sebutkan komponen SI dan kenapa perlu SI di:
- Perusahaan multinasional
- Universitas
- lab. Kedokteran
- Dep. Pertahanan
3. Sebutkan device – device yang ada pada alat pemrosesan dan ceritakan apa peranan device dalam pengertian sistem komputer ?
4. Apa yang dimaksud dengan masyarakat informasi ?
5. Bagaimana menurut anda perkembangan ICT sekarang ini ?

Jawaban :


1. Komponen Sistem Komputer
o Pemroses (processor) Berfungsi mengendalikan operasi komputer & melakukan fungsi pemrosesan data.
o Memori utama Berfungsi menyimpan data & program - Biasanya volatile : tidak dapat mempertahankan data & program yang disimpan bila sumber daya energi (listrik) dihentikan.
o Perangkat masukan dan keluaran Berfungsi memindahkan data antara komputer & lingkungan eksternal yaitu : perangkat penyimpan sekunder, perangkat komunikasi, terminal, dsb
o Interkoneksi antarkomponen (bus) Adalah struktur & mekanisme untuk menghubungkan pemroses, memori utama, & perangkat masukan/keluaran.

Keterangan Gambar bagan:

Data/informasi masuk ke port-port masukkan/pengeluaran kemudian dilanjutkan ke pemroses yang mengendalikan operasi komputer & melakukan fungsi pemroses data. Mendekode intruksi menjadi aksi-aksi sederhana & melakukan operasi-operasi (aritmatika, logika, pengalian) dilanjutkan ke memori utama yang membaca intruksi, bus menghubungkan pemroses, memori utama & perangkat masukan serta keluaran. Setelah sampai di memori utama keluar melewati kembali port-port masukkan/keluaran.
2. Data adalah objek yang nyata yang harus bisa didefinisikan, dideskripsikan dan diilustrasikan.
Informasi adalah data yang sudah diolah dan berguna bagi yang mencari dan dapat dimengerti.
Sistem Informasi adalah aplikasi computer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data.

Komponen Sistem Informasi :
Komponen input – Komponen Model – komponen output – komponen teknologi – komponen hardware - komponen software – komponen basis data – komponen control.

Sebab perlu sitem informasi di:

- perusahaan multinasional : untuk mengetahui jumlah karyawan dan juga
gaji karyawan.
- Universitas : untuk mengetahui jumlah mahasiswa.
- Lab.Kedokteran : untuk mengetahui jumlah pasien yang ada di rumah
sakit itu.
- Dep.Pertahanan : untuk mengakut persenjataan dari darat ke laut.

3.    Device Pemrosesan terdiri dari:

o   CU (Control Unit) ; berfungsi mengendalikan operasi yang dilaksanakan sistem komputer.
o   ALU (Aritmetic Logic Unit) : untuk komputasi yaitu melakukan operasi aritmatika & logika.
o   Register-register : berfungsi sebagai memori sangat cepat yang biasanya sebagai tempat operan-operan dari operasi yang akan dilakukan.

4.  Masyarakat Informasi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah masyarakat dan sebuah ekonomi yang dapat membuat kemungkinan terbaik dalam menggunakan informasi dan teknologi komunikasi baru.

5.   Kondisi Indonesia dalam bidang perkembangan information, communication and technology (ICT) cenderung masih rendah kini masih berada dalam tahap satu atau di tingkat bawah perkembangan ICT. Posisi tinggi atau tingkat 7 masih ditempati Negara adidaya seperti AS, inggris, jepang, kanada, swedia dan prancis. Struktur industri ICT di Indonesia saat ini didominasi oleh industri software seperti system aplikasi, jasa layanan dan konten sebesar 70%, sedangkan industri hardware seperti peralatan infrastruktur, dan komponen sparepart sebesar 30%. Pada tahun 2010 diharapkan ICT Indonesia mencapai level 3. level 3 pertumbuhan ICT Indonesia diperkirakan akan menonjol di sector penyediaan infrastruktur telekomunikasi, meskipun sejauh ini lebih banyak didominasi  pertumbuhan seluler.